KabarSumsel.ID
Mancanegara

Dapatkah Bulan Diakuisisi?            

KABARSUMSEL.ID, Jakarta – Sudah 50 tahun berlalu setelah manusia pertama mejejakkan kaki di bulan. Mugkin sudah menjadi rahasia umum jika saat ini sejumlah negara dan perusahaan sudah mulai meneliti permukaan bulan untuk mencari sumber daya berharga yang dimiliki satelit bumi ini.

Sejumlah perusahaan menyatakan ketertarikannya untuk melakukan penelitian dan eksplorasi guna mencari tahu sumber daya apa yang dimiliki Bulan. Yang kemudian kedepannya, jika memungkinkan, akan menambang permukaan bulan untuk mencari emas, platina, atau logam putih dan mineral lain yang kini semakin langka ditemukan di Bumi.

Pada awal Januari ini, China berhasil meluncurkan Chang’e 4 di bulan dan menumbuhkan benih bunga kapas dalam biosfer yang dibangunnya di permukaan bulan. Sementara iSpace, perusahaan luar angkasa milik Jepang sudah berencana membangun platform transportasi antara Bumi dan Bulan.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah dapatkah Bulan dibuat menjadi lahan komersial yang dapat diakuisisi? Jawabannya adalah merujuk pada ketentuan PBB. Ketentuan tersebut berbunyi “tidak ada satu negara atau entitas apapun yang dapat mengklaim hak milik atas benda luar angkasa”, yang berarti Bulan juga termasuk di dalamnya.

Di tahun 1979, PBB membuat perjanjian tentang aktivitas di bulan. Perjanjian tersebut berbunyi bahwa benda luar angkasa harus digunakan untuk tujuan yang damai. PBB juga harus mengetahui alasan dan titik pembangunan setiap stasiun luar angkasa. Masalahnya, baru 11 negara yang meratifikasi perjanjian internasional tersebut. Raksasa peneliti seperti China, Amerika Serikat, dan Rusia bahkan Inggris malah belum meratifikasinya.

Print Friendly, PDF & Email

Artikel Terkait

Polda Sulsel Ungkap Penipuan Jaringan Internasional Modus Investasi

Muhammad Khoir

Maskapai Iran Dilarang Terbang di Wilayah Jerman            

roni Fadly

20 Visa Mahasiswa RI Ditolak Taiwan, Mengapa?

roni Fadly

Tinggalkan Komentar