KabarSumsel.ID
Mancanegara

Mantan Presiden Ukraina Divonis Bersalah

KABARSUMSEL.ID, Ukraina – Mantan Presiden Ukraina, Viktor Yanukovych divonis bersalah oleh Pengadilan Ukraina. Yanukovych divonis 13 tahun penjara dengan tuduhan pengkhianatan. Ia dinyatakan bersalah atas tindakannya yang telah membuka akses atas pencaplokan Krimea dan konflik yang terjadi di timur Ukraina. Seperti yang dilansir dari Reuters pada Jumat (25/1) lalu, vonis tersebut dibacakan dalam peradilan in absentia yang dipimpin oleh hakim Vladyslav Deviatko. Yang bersangkutan sendiri tidak hadir dalam persidangan karena melarikan diri.

Yanukovych diduga melarikan diri ke Rusia pada tahun 2014 setelah adanya protes terhadap pemerintahannya. Petro Poroshenko sebagai penggantinya kemudian mengadopsi kebijakan luar negeri yang pro-Barat. Hal ini merupakan kebalikan dari masa kepemimpinan Yanukovych yang lebih pro-Moskow.

Seperti yang dilansir dari Reuters, menurut hakim Deviatko, Yanukovych telah melakukan tindakan ilegal yang disengaja. Ia melakukan kejahatan terhadap dasar kedaulatan nasional Ukraina, yaitu pengkhianatan terhadap negara. Hakim juga mengatakan bahwa  Yanukovych telah mengirim surat kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin pada tanggal 1 Maret 2014.

Isi dari surat tersebut adalah permintaan kepada Presiden Putin untuk menggunakan tentara Rusia dan pasukan polisi untuk mengembalikan ketertiban di Ukraina. Atas dasar hal tersebut, Yanukovych dianggap telah melakukan kejahatan terhadap perdamaian, yakni dengan membantu melakukan perang yang agresif.

Yanukovych kemudian meninggalkan Ukraina setelah terjadi protes selama tiga bulan protes. Dampaknya, lebih dari 100 orang demonstran tewas dalam bentrokan di ibu kota Ukraina. Namun, Yanukovych membantah tuduhan yang dibuat oleh jaksa penuntut. Ia menyalahkan kelompok nasionalis radikal bersenjata karena mengobarkan kekerasan dalam protes Maidan 2014, yang kemudian mendorongnya untuk melarikan diri.

Print Friendly, PDF & Email

Artikel Terkait

Debat Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Menurut Kacamata Media Internasional            

roni Fadly

Pendakian Terakhir Sang “Bikini Climber”            

roni Fadly

Kolaborasi NASA dan China Dalam Penjelajahan Bulan

roni Fadly

Tinggalkan Komentar